seni hidup

seni hidup (the art of living)

Diri: Jalan Bahagia

Pasal 1:1-14
Kutemukan jalan

1)Di dunia ini ada banyak jalan untuk mencapai kebahagiaan bagi kehidupan manusia. 2)Namun inilah satu-satunya jalan sejati yang seharusnya membimbing manusia, untuk menemukan kebahagiaan bagi dirinya. 3)Sebuah jalan yang menuntun manusia untuk menggapai kebahagiaan hidupnya, baik dalam kelebihan maupun kekurangan, kegembiraan maupun kesedihan, atau dalam kekayaan maupun kemiskinan; yakni dengan menjadi dirinya sendiri seutuhnya.

4) Sesungguhnya musuh manusia dalam menemukan hakikat kebahagiaan adalah jalan-jalan yang sesat untuk mengenal dirinya sendiri. 5)Ada banyak manusia di dunia ini yang tidak mengenal dirinya karena tersesat dalam bermacam-macam keinginan yang ada di dunia. 6)Mereka terperangkap dalam jalan-jalan yang memisahkan mereka dari dirinya, 7)dan menggantikan kesejatian itu dengan beragam kepalsuan hidup yang meskipun dipenuhi oleh keindahan dan harapan namun semuanya semu dan tidak berakar dari dalam dirinya sendiri. 8)Maka secepat air berpasang secepat itu pula kebahagiaan semu itu akan bersurut dan manusia kembali diperhadapkan pada kehampaan dirinya.

9)Itulah sebabnya tidak salah jika hari ini kusampaikan kepadamu bahwa penemuan terbesar dalam kehidupan manusia yang akan menuntun mereka untuk menemukan jalan-jalan kebahagiaan baik dalam kehidupan sekarang maupun yang akan datang adalah perjumpaan dengan dengan dirinya sendiri dan meletakkannya di tempat yang paling terhormat menjadi sumber nilai mengenai apa yang terbaik dalam kehidupan ini. 10) Hal itu akan menjadi puncak lahirnya kesadaran tertinggi yang akan membimbing diri manusia pada pengetahuan yang benar untuk menggapai kebahagiaan yang sesungguhnya.

12)Maka kegelapan yang menyelimuti sosok insanimu selama ini perlahan-lahan akan berangangsur hilang dan lenyap. 13)Manusiamu sendiri akan memimpinmu untuk menempuh perjalanan hidup baru yang membawamu ke puncak kebahagiaan, dalam ketenangan, menemukan arti dan makna kehidupan.

14)Saudara-saudariku. Aku berharap tulisan-tulisan ini akan membantu setiap orang yang rindu untuk menemukan kesejatian hidup. 15)Selamat menempuh ziarah sebagai seorang musafir dalam kehidupanmu di dunia ini. Rahayu.

Pasal 2:1-30
Kenali dirimu!

1)Ketika dalam permenunganmu datang pertanyaan ini, “Siapakah aku?” Sanggupkah engkau menjawab pertanyaan itu? 2)Atau kemudian engkau malah akan berkisah tentang harapan-harapan yang indah, angan-angan kebahagiaan yang seharusnya engkau miliki, kehebatan dirimu, dan apapun yang membuat dirimu lebih berarti ketika engkau menambahkannya sebagai jawabanmu? Seperti juga banyaknya harta yang kau miliki, prestasi-prestasi hebat yang telah kauraih, dan tingginya jabatan yang engkau ada?

3)Dengan jawaban itu sesungguhnya engkau telah tersesat dari usahamu untuk menemukan siapa sejatinya dirimu, 4)sehingga akhirnya engkau hanya berkutat dalam kesesatan dunia yang membuat hidupmu seakan-akan berbahagia namun sesungguhnya engkau kosong. 5)Seolah-olah ada banyak hal yang engkau lakukan dalam kehidupanmu, namun sesungguhnya engkau hanya terus meratapi ketidaktahuan langkahmu, 6)sehingga jiwamu selalu merintih dalam pedih, “Oh jiwaku kemana engkau akan berlari?” 7)Lalu bagaikan manusia yang pelitanya padam menjelang malam, yang seakan-akan kau hadapi waktu terangmu dengan pasti, namun ketika kegelapan tiba engkau meraba-raba tak tentu arah.

8)Kemudian engkau mengeluh dalam gundah gulanamu sebab kau tak sanggup lagi membohongi dirimu sendiri, sebab sesungguhnya diri manusiamu akan terus mencari apa yang dapat membahagiakan dirinya. 9)Namun banyak orang tidak menemukan jawaban itu. 10)Sungguh ketersesatan itu adalah derita manusia yang berkepanjangan.

11)Dalam tulisan-tulisan ini aku hendak mengajarkan kepadamu, sesungguhnya nilai-nilai manusiamu tidak ada pada hal-hal lain di dunia ini selain di dalam dirimu sendiri. 12)Sehingga sampai engkau dapat menemukan dirimu sendiri engkau tidak akan dapat melihat terang dalam kehidupanmu.

13)Sehingga apapun yang engkau tambahkan terhadap dirimu, sesungguhnya tidak akan menambahkan apapun terhadap keberhargaannya, 14)karena sebenarnya dirimu sendiri sudah cukup berharga tanpa penambahan apapun di luar dirinya. 15)Sayang banyak orang tidak memahami hal ini. Kesesatan dunia ini justru mengajarkan hal yang sebaliknya. Mereka bilang, “Tambahkan dirimu dengan apa yang sanggup kau miliki. Hargai dirimu dengan segala prestasi yang engkau bisa dapati. Maka engkau akan menjadi lebih berharga.” 16)Sungguh kesesatan itu benar-benar menawan banyak orang di dunia ini.

17)Lalu manusia berlomba-lomba menambahkan apapun yang dianggap dapat memberikan nilai lebih, sampai mereka lupa bahwa sesungguhnya dirinya sudah cukup berharga. 18)Salahkah menambahkan sesuatu di dalam kehidupan kita? Tidak! Namun menambahkan sesuatu di dalam kehidupan kita untuk memenuhi rasa berharga – itu salah.

19)Memang itulah jalan-jalan dunia yang meminta kita untuk mempercayainya dan sepertinya benar adanya. 20)Manusia yang memiliki nilai tambah dipandang lebih berharga dalam masyarakat kita. 21)Padahal itu adalah sebuah kebohongan besar. Tidak heran jika pada akhirnya manusia tidak pernah merasa berharga sampai mereka mendapatkan hal-hal yang membuat dirinya berharga, dan celakanya kemudian mereka malah menjadi tawanan bagi keberhargaan itu sendiri.

22)Manusiamu semakin terbenam dalam penilaian diri yang salah. 23)Bagaikan sebuah perceraian, manusiamu terpisahkan dari tujuan yang seharusnya ada dan digantikan dengan kepalsuan.

24)Itulah sebabnya diri manusiamu yang sedemikian tidak akan pernah merasa puas hingga ia tahu bahwa diri manusianya sendiri tanpa ditambahkan apapun sudah cukup berharga. 25)Sedangkan keberhargaan yang berasal dari dunia dan segala isinya tidak akan mampu menggantikannya. 26)Itulah landasan mendasar bagi kehidupan manusia sebelum engkau menambahkan hal lain di atasnya.

27)Bagaikan sebuah akar yang rapuh, dirimu yang dibangun di atas landasan yang salah akan tercerabut dan hilang dalam kekelaman dunia. 28)Namun hanya keberhargaan diri yang tertanam dengan baiklah yang akan tumbuh, berurat dan berakar menjadi pohon yang sangat kuat dalam menghadapi badai dan topan kehidupan.

29)Sungguh, engkau tidak perlu menjadi lebih hebat dari dirimu sendiri untuk menjadi lebih berharga. 30)Cukuplah mengenal apa yang sesungguhnya ada di dalam dirimu sendiri, maka engkau akan menemukan kebahagiaan sejati.

Pasal 3:1-22
Mengapa (kita musti) mengenal diri sendiri?

1)Pengenalan diri adalah cara pandang terhadap keberadaan diri sendiri. 2) Dunia mengajarkan kita cara memandang diri sendiri hanya dengan melihat kelebihannya saja. 3)Itu adalah perangkap yang paling mematikan yang telah menghancurkan banyak kehidupan manusia di dunia ini.

4)Sesungguhnya, manusia ada tidak hanya karena kelebihan yang dimilikinya saja melainkan juga kekurangan yang ada di dalam dirinya. 5)Jadi kenalilah dirimu secara utuh tidak hanya mengenal kelebihannya saja melainkan juga kekurangan yang ada.

6)Kesempurnaan yang meniadakan kekurangan di dalam dirimu hanyalah cara pandang yang sesat dari dunia ini, yang membimbingmu ke arah yang salah dalam mengenali dirimu sendiri. 7)Bahkan kesesatan itu mengajarkan dirimu untuk menolak kenyataan tentang kekurangan dirimu. Manusiamu dipandang tiada bernilai jika memiliki kekurangan dalam dirinya.

8)Sungguh ajaran kesempurnaan yang sedemikian akan menekan kehidupanmu. 9)Menjadi manusia sempurna tanpa ada kekurangan di dalam dirinya adalah tipuan dunia semata. 10) Pandangan itu justru akan menjauhkan engkau dari pengenalan yang benar tentang dirimu. 11)Itulah cara-cara dunia yang seolah-olah mengajarkan kebaikan dengan meniadakan kekurangan, kemudian menggantikannya dengan hal-hal baik, namun sesungguhnya tidak berasal dari dalam dirimu, sehingga engkau semakin jauh dari pengenalan dirimu.

12)Bahkan ada banyak orang yang memendam kekurangannya sedemikian dalam sehingga memunculkan wajah-wajah bertopeng, yang seakan-akan menyuarakan kesukacitaan di balik kepedihan dirinya, menyuarakan kebenaran di balik kemunafikan di dalam jalan-jalan pikirannya, kebaikan di balik kejahatan di dalam hatinya. 13)Sungguh mereka manusia-manusia yang telah tersesat dan mengikuti jalan-jalan dunia.

14)Mereka adalah manusia yang merasa telah mengalahkan dunia namun sesungguhnya telah menghancurkan dirinya sendiri. 15)Mereka merasa hebat namun terpuruk di sudut sepi menangisi kegagalan dirinya. 16)Mereka bisa menipu orang lain namun sesungguhnya tiada pernah mampu untuk menipu dirinya sendiri.

17)Mereka mengetahui kebenaran namun tiada mampu meraihnya sebab jalan-jalan mereka adalah jalan-jalan dunia yang telah menyesatkan mereka jauh dari kebenaran yaitu mengenali dirinya sendiri apa adanya. 18)Mereka adalah penipu yang tidak hanya menipu dirinya sendiri, melainkan menipu banyak orang yang telah mempercayakan kehidupannya pada mereka.

19)Sungguh, Saya tiada hendak menafikkan niat tulus manusia yang berusaha menjadi lebih baik dan menekan hal-hal buruk di dalam dirinya, 20)namun itu bukan cara yang benar dan membuat kita semakin jauh dari jalan kebenaran yang membimbing kita untuk menemukan kebahagiaan sejati. 21)Cara-cara tersebut hanya akan menimbulkan kekecewaan dan kegagalan lain bagi manusia yang mencoba untuk mengenal dirinya sendiri.

22)Lalu apa yang seharusnya kita musti lakukan? Inilah empat langkah dasar yang bisa menjadi awal bagimu untuk menggapai kebahagiaan sejati.


Pasal 4:1-29
Langkah Pertama) Kenali kelebihan dan kekuranganmu

1)Seperti tertulis di atas bahwa manusia ada bukan hanya karena kelebihan dirinya saja. 2)Bahkan manusia tidak seharusnya dihargai hanya karena kelebihan yang dimilikinya sebab itu adalah cara-cara dunia yang sangat menyesatkan bagi manusia. 3)Mengapa? Karena manusia ada bukan hanya karena dia ada dalam keberadaannya yang baik saja, melainkan juga dalam keberadaannya yang tiada sempurna.

4)Kesempurnaan sesungguhnya bukan dunia manusia sebab manusia memang tidak sempurna dan itulah hakikat keberadaan sejati manusia.

5)Sehingga aku hendak mengatakan kepadamu bahwa mengenal kekurangan di dalam dirimu sama pentingnya dengan mengenal kelebihan yang ada di dalamnya. 6)Hal ini sungguh suatu hal yang sangat terabaikan. 7)Dari kecil hingga dewasa kita hanya diajarkan mengenal apa yang baik di dalam diri kita. 8)Kita tidak pernah diajarkan untuk mengenal kekurangan kita.

9)Kita juga hidup di dunia yang selalunya menuntut kesempurnaan, jika kita ingin menjadi bagiannya, tanpa pernah memperhatikan kekurangan dan kelemahan kita yang ternyata selalu membayangi kehidupan yang kita miliki. 10)Jadi mengenal kekurangan diri kita adalah suatu hal yang sangat mutlak untuk dilakukan, sama pentingnya dengan mengenal kelebihan di dalam kehidupan ini.

11)Mengapa? Sebab melalui pengenalan pada kekurangan itu akan mengajarkan kepada kita bahwa keberadaan manusia tidak sempurna. 12)Setiap ajaran yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna adalah ajaran yang menyesatkan. 13)Tiada sesuatupun di dunia ini yang sempurna termasuk keberadaan manusia.

14)Jadi kembali aku hendak mengajarkan kepadamu bahwa sesungguhnya keberadaan manusia di dunia ini tidak untuk memperjuangkan kesempurnaan melainkan kebahagiaan, 15)sebab memperjuangkan kesempurnaan adalah jalan yang sia-sia karena manusia tidak akan pernah mendapatkan kesempurnaan. 16)Manusia hanya diberikan hak untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan itu bukan kesempurnaan.

17) Ketidaksempurnaan tidak perlu membuat manusia menjadi rendah diri dan kemudian berusaha menyembunyikan kelemahannya. 18)Kelemahan justru seharusnya membuat manusia menjadi rendah hati. 19)Dan adanya kelebihan di dalam diri manusia bukanlah ada untuk menjadi bahan bakar kesombongan. 17)Kelebihan manusia adalah penyeimbang bagi kekurangannya.

21)Itulah sebabnya manusia tidak perlu meniadakan kekurangan di dalam dirinya, sebab di balik kekurangan itulah terletak kelebihan dirinya yang sesungguhnya. 22)Jadi manusia tidak perlu menggali atau malah mencangkokkan kelebihan lain di luar dirinya karena itu palsu. 23)Manusia hanya perlu mengenal kelemahan dirinya dan dengan sendirinya akan menemukan kelebihan dirinya yang sesungguhnya.

24) Kesalahan terbesar manusia adalah bahwa ia menyangka dirinya tiada cacat dan cela. 25)Ia bahkan dengan berani meniadakan kelemahannya dengan menciptakan kebohongan tentang dirinya, menyatakan hal-hal yang salah tentang dirinya hanya untuk mencapai keberhargaan diri menuju kesempurnaan. 26)Sehingga sesungguhnya kejahatan terbesar manusia pada dirinya sendiri adalah ketika ia menipu dirinya sendiri.

27)Dan kehidupan yang dibangun atas landasan kebohongan ini hanya akan menambah beban bagi manusia itu sendiri. Jangankan untuk mencapai kebahagiaan untuk bertahan hidup menghadapi kebohongan yang ia telah bangun saja ia akan mengalami banyak kesusahan.

28)Itulah sebabnya mengenali diri sendiri adalah suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, di mana di dalam pengenalan itu kita tidak hanya mengenal kelebihan yang kita miliki melainkan juga memiliki pengenalan yang lebih jauh terhadap kekurangan di dalam diri kita.

29)Jadi setelah melakukan pengenalan diri sebagai langkah pertama langkah apa yang selanjutnya seharusnya kita lakukan?
Pasal 5:1-38
Langkah Kedua) Terimalah diri apa adanya

1)Ketika engkau telah mengenali dirimu seutuhnya apa yang seanjutnya akan engkau lakukan? Tentu langkah itu tidak akan berhenti sampai di situ bukan? 2)Mengenal apa yang baik dalam dirimu adalah suatu hal yang sangat mudah. Namun mengenal siapa dirimu yang sebenarnya, sisi yang terburuk di dalam kehidupanmu bukanlah hal yang mudah. 3) Sebab selama ini dunia telah mengajarkanmu untuk menutupinya dan menganggap kenyataan tentang dirimu yang sebenarnya itu sepi, padahal dengan cara yang sedemikian engkau akan menjadi semakin celaka.

4)Dengan cara yang sedemikian engkau tidak akan pernah dapat menerima dirimu apa adanya. Engkau akan mengikuti cara-cara dunia dan membangun kepalsuan di atasnya untuk menutupi kelemahanmu. 5)Jadi tiada jalan lain bagimu setelah mengenal dirimu seutuhnya, selain menerima apa yang menjadi kekurangan pada dirimu selama ini. 6)Keberanian untuk menerima dirimu yang sebenarnyalah yang akan membuka jalan bagimu, yang akan membimbingmu menuju kebahagiaan.

7)Namun mereka yang menolak, akan berhenti dan menjadi orang yang kalah. 8)Mereka tidak memiliki cukup keberanian untuk melihat siapa diri mereka yang sebenarnya. 9)Mereka tidak akan pernah menemukan jalan menuju kebahagiaan karena mereka takut melihat siapa dirinya yang sebenarnya.

10)Mereka takut menerima kekurangan dirinya, yang selama ini digembar-gemborkan sebagai kelemahan oleh dunia. 11)Sungguh engkau telah termakan tipu daya dunia yang sangat mematikan. 12)Jalan-jalan dunia memang sengaja menipu dirimu dan menjauhkanmu dari jalan-jalan menuju kebahagiaan.

13)Jalan-jalan dunia percaya bahwa manusia tidak berhak atas kebahagiaan dirinya sendiri dan menjadikan manusia hanya sebagai salah satu bagian dari sistem yang lebih besar yang ada di dalam dunia ini.

14)Sungguh, gerbang menuju kebahagiaan telah tertutup bagi mereka yang menolak untuk melihat siapa dirinya yang sebenarnya, karena mereka menjadi takut untuk melihat siapa dirinya yang sesungguhnya dan mereka akan terus hidup di dalam kesesatan dunia.

15)Saudaraku! Dalam hal ini ketakutan bukanlah sahabat. 16)Ia adalah musuh bagi dirimu jika itu menghalangi niatmu untuk melihat siapa dirimu yang sebenarnya. 17)Ketidakmampuan yang menyeruak di dalam dirimu untuk berani menerima dirimu yang sebenarnya adalah musuh yang harus dilawan.

18)Bukankah ada janji yang sangat mulia bagi mereka yang berjiwa besar untuk berani mengenal diri mereka sendiri yakni kebahagiaan? 19)Sesungguhnya kebahagiaan diberikan hanya kepada mereka yang mau berjuang untuk mendapatkannya. 20) Kebahagiaan bukan berkah yang jatuh dari langit. Kebahagiaan bukan barang gratis yang dapat dinikmati oleh setiap manusia. 21)Apalagi kebahagiaan sejati yang menjadi landasan bagi manusia untuk memiliki kehidupan yang lebih baik tidak hanya di dunia yang ada sekarang melainkan juga di dunia yang akan datang. 22)Jadi tiada cara lain bagimu sekarang, selain menerima kelebihan dan kekurangan di dalam dirimu.

23)Mungkin engkau akan kecewa melihat setiap kekurangan di dalam dirimu, namun bukankah kekecewaan itu akan menjadi sukacita yang sangat besar, dan terlebih engkau akan menerima kebahagiaan yang sesungguhnya? 24)Jangan takut saudaraku!. 25)Kekuranganmu tidak akan membunuhmu. 26)Ia justru akan membuatmu semakin menyadari arti kemanusiaanmu. 27)Masuklah lebih dalam dan selidikilah jalan-jalan di dalam relung hatimu.

28)Engkau dapat menipu orang lain namun sanggupkah engkau menipu dirimu sendiri? 29)Tiada satu manusiapun di dunia ini yang sanggup menipu dirinya sendiri kecuali ia hidup dalam kesesatan dunia yang sangat mendalam sehingga ia tak lagi mampu. untuk membedakan apa yang baik dan apa yang buruk bagi dirinya sendiri.

30)Jangan salah! Ada sangat banyak manusia yang dibutakan oleh kesesatan dunia yang seperti itu. 31)Mereka adalah orang yang selalu mengatakan bahwa jalan-jalan dunia lebih baik dari pada pengenalan dirinya sendiri. 32)Mereka menghilangkan kesadaran dirinya sendiri demi dapat diterima oleh dunia. 33)Sesungguhnya, manusia yang seperti ini akan menjadi guru yang sangat jahat yang akan menyesatkan manusia lain di dunia ini. 34)Mereka pada dasarnya adalah manusia-manusia yang lupa dan menjauh dari hakikat kemanusiaan dan kebahagiaannya.

35)Jadi bagaimana kita akan mempercayakan diri kita kepada manusia yang lupa? 36)Manusia yang tidak mengenali dirinya sendiri? 37)Dan manusia yang pada hakikatnya sedang menjauh dari hakikat kemanusiaan dan arti kebahagiaannya.

38)Tinggalkan kesesatan itu dan teruslah berjalan untuk mencari sehingga engkau menemukan dirimu yang menjadi bahagian paling penting di dalam kebahagiaan hidupmu.


Pasal 6:1-18
Langkah Ketiga) Berdamailah dengan dirimu sendiri

1)Setelah engkau mengenali dan akhirnya menerima dirimu apa adanya, itu belumlah cukup. 2)Engkau memang sudah berada di jalan yang benar dan kehidupan akan menganugerahkan kebahagiaan bagimu. 3)Namun engkau masih dapat masuk lebih dalam lagi untuk mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi.

4)Hal terburuk bagi manusia adalah hidup di dalam dualisme dengan dirinya sendiri. 5)Manusia yang hidup dalam dualisme ini adalah manusia yang dapat menerima sisi buruknya dan sisi baiknya namun memisahkannya dalam dua alam kehidupan yang berbeda. 6)Jika hal ini terjadi dalam kehidupanmu, maka engkau hanyalah sebatas manusia yang hampir mengenali kebahagiaan, 7)namun terhalang dengan kegagalan untuk mendamaikan dua sisi dalam kehidupanmu yakni sisi baik dan sisi buruk, kekurangan dan kelebihan, gelap dan terangmu.

8)Kegagalan itu terjadi karena engkau malu dan tidak mampu mendamaikan dua sisi dalam hidupmu. 9)Engkau takut orang akan menertawakan dirimu yang sebenarnya, 10)atau engkau terlalu serakah untuk mendapatkan kenikmatan dari kedua sisi kebaikan dan kejahatan di dalam dirimu.

11)Dengan melakukan pemisahan seperti itu engkau justru akan hidup dalam bayang-bayang yang dipenuhi oleh rasa ketakutan, bagaimana jika pada akhirnya orang mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya? Tentu ini bukan kebahagiaan yang dimaksudkan.

12)Dalam kondisi ini engkau justru kembali pada titik yang sama di mana engkau telah memulai perjalanan pengenalan dirimu. 13)Jadi tiada jalan lain selain mendamaikan apa yang ada dalam dirimu. 14)Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang di mana pada akhirnya dirimu bukanlah dua yang baik dan yang buruk melainkan satu antara yang baik dan yang buruk.

15)Engkau adalah manusia dengan segala kelebihannya, namun pada saat yang sama engkau adalah manusia yang sama dengan segala kekurangannya. 16)Engkau bukanlah dua tapi engkau adalah satu. 17)Pada saat engkau sudah mencapai penyatuan itulah maka suatu kepribadian yang utuh dalam dirimu akan terbangun. 18)Engkau akan menjadi dirimu sendiri tanpa harus takut menghadapi apapun yang dunia katakan tentang dirimu.


Pasal 7:1-19
Langkah Ketiga) Bangunlah kepribadian yang utuh

1)Ketika tahap ketiga itu berakhir maka engkau memasuki sebuah proses pembentukan kepribadian yang utuh. 2)Dan seperti yang telah kukatakan kepadamu sebelumnya, “Engkau bukan lagi dua melainkan satu. 3)Engkau bukan lagi yang baik dan yang buruk melainkan yang baik dan yang buruk adalah dirimu.”

4)Ingatlah bahwa engkau ada sebagai manusia bukan karena kelebihan yang ada pada dirimu saja melainkan juga karena kekurangannya. 5)Dalam tahapan ini engkau tidak lagi dituntut oleh siapapun untuk menjadi apa yang sebenarnya bukan dirimu 6)sebab dengan mudah engkau akan menolak apa yang sesungguhnya bukan dirimu meskipun apa yang engkau tolak itu dipandang sebagai suatu kebaikan bagi dunia.

7)Ketika engkau menolak kebaikan seperti itu sesungguhnya engkau tidak melakukan kesalahan dalam kehidupanmu melainkan hanya berusaha untuk menjadi dirimu sendiri apa adanya. 8)Engkau tidak harus menerima apapun yang jika dalam penilaianmu ternyata bukanlah suatu kebaikan bagi dirimu, meskipun dunia memandangnya sebagai kebaikan, 9)sebab engkau memiliki nilai tersendiri yang membentuk tujuan keberadaan dirimu.

10)Sesungguhnya dalam tingkat ini nurani di dalam dirimu menjadi lebih hidup dan siap untuk memimpin kehidupanmu menuju jalan-jalan yang dapat membuat dirimu memiliki kehidupan yang lebih berbahagia dan tentu saja lebih berharga. 11)Dalam tahapan ini juga engkau akan mengenal kesadaran tertinggi dalam kehidupanmu sebagai manusia, 12)bahwa manusiamu tidak lagi hidup berdasarkan perintah melainkan lebih kepada dorongan yang ada di dalam dirinya sendiri yaitu rasa cinta. 13)Cinta yang membuatmu melakukan apapun yang engkau ingin lakukan, sehingga dengan demikian engkau dapat memilih apa saja yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam kehidupanmu dengan lebih leluasa.

14)Sehingga jika engkau mampu memilih berdasarkan kesadaran dan tidak lagi berdasarkan perintah, 15)maka sesungguhnya setiap pilihan yang ada di dalam kehidupanmu adalah keputusan yang dilandasi oleh rasa cinta dan pertimbangan yang matang. 16)sebab apa yang telah engkau pilih adalah pilihan yang lahir dari kebebasanmu dan bukan lagi karena perintah atau penilaian di luar dirimu bahwa pilihan itu baik atau buruk, 17)melainkan kehendakmu saja yang memutuskan.

18)Dan ketika engkau melakukan sebuah aturan atau norma sosial yang berlaku, sesungguhnya rasa cintalah yang telah mendorongmu untuk memilih melakukan aturan itu. 19)Bukan sebuah paksaan, sebab engkau sebenarnya mampu untuk menolaknya, namun engkau malah memilih untuk melakukannya, sehingga antara sebuah pilihan mau atau tiada mau; tiada seorangpun yang harus bertanggung jawab pada pilihan yang telah engkau lakukan selain dirimu sendiri.



Pasal 8:1-4
Penutup

1)Saudaraku! Aku sungguh berharap bahwa engkau akan menemukan kebahagiaan hidup yang engkau dambakan selama ini.

2)Sungguh kebahagiaan itu tiada ada di luar dirimu, melainkan tersimpan jauh di dalam lubuk hatimu, menunggu untuk ditemukan. 3)Dan ketika engkau menjalankan empat langkah tersebut niscaya engkau akan menemukan kebahagiaan dalam keutuhan dirimu dan sedang berjalan menuju jalan-jalan kehidupan di mana engkau akan menjadi manusia merdeka yang siap untuk mengeksplorasi kehidupan lebih baik. 4)Rahayu Selamat.

(amos adi/rentang penulisan 2004-2009/Banda Aceh)