seni hidup

seni hidup (the art of living)

sakaropena: 12 gugatan ketuhanan

Sakaropena 1

1)Kuhujat tuhan dalam dirimu sebab itu bukan hakikat yang sesungguhnya. 2)Hakikatnya lebih mulia dalam dari pada kesewenang-wenanganmu sahaja. 3)Hakikatnya ada dalam kebebasan yang justru tidak kau miliki dalam kehidupanmu yang hanya dipenuhi dengan aturan-aturan belaka yang sesungguhnya bertentangan dengan Tuhan sendiri yang adalah zat yang maha bebas. 4)Ia tidak terikat dalam keterbatasan pemahaman akalimu melainkan ada dalam semua keberadaan yang tak terjangkau olehmu sebab Tuhan maha besar.

5) Jadi siapa yang menyangka dirinya mampu memahami kemutlakan Tuhan sedangkan dirinya sendiri adalah keterbatasan? 6)Hanya si Pandir yang menyangka dirinya mampu menggenggam rembulan di belahan tangannya hanya dengan memincingkan matanya. 8)Jadi siapa yang kemudian mengangkat si bebal ini menjadi hakim atas sesamanya? 9)Maka itu kuhujat tuhanmu biar engkau sadar akan kepicikan dirimu.


Sakaropena 2

1)Kausangka engkau telah membela tuhanmu nyatanya hanya keyakinanmu sendiri saja yang engkau bela. 2)Pertanyaanku padamu, pada akhir dari keyakinan yang sedang engkau bela itu TUHAN atau DIRIMU? 3)Jika bukan dirimu, apakah Tuhan membutuhkan pembelaanmu? 4)Dengan cara apa kau akan membela Tuhan?

5)Nampaknya engkau makin kehilangan akal sehatmu membiarkan yang terbatas membela yang tidak terbatas 6)Hanya si Pandir yang menyangka dirinya bisa membela Tuhan. 8)Lalu siapa yang kemudian mengangkat si bebal ini menjadi hakim atas sesamanya? 9)Makanya kembali kuhujat tuhanmu biar engkau sadar akan kepicikan dirimu.


Sakaropena 3

1)Engkau hanyalah pelacur keyakinan yang menjual Tuhan demi kemapanan. 2)Kauucapkan Tuhan dengan lidahmu padahal engkau hanya memupuk kekuasaan, harta dan jabatan semata. 3)Lalu kau menyebut dirimu hamba Tuhan. 4)Aku bertanya padamu dengan alasan apa engkau membenarkan semua tindakanmu itu?

5)Nampaknya jalanmu semakin sesat dan kehilangan akal sehatmu 6)Hanya si Pandir yang menyangka dirinya hamba Tuhan padahal hanya uang semata yang dicarinya. 8)Lalu siapa yang kemudian mengangkat si bebal ini menjadi hamba Tuhan 9)Makanya kembali kuhujat tuhanmu biar engkau sadar akan kepicikan dirimu.



Sakaropena 4

1)Terpanaku tatap langitmu tak kulihat api turun membakar kesesatan. 2)Sebab itu memang tidak perlu, karena suara itu telah ada di dalam nurani setiap insan di bumi. 3)Pertanyaannya apakah hal ini didengarkan atau dikaburkan? 4)Hanya mereka yang memiliki keberanian dan kejujuran yang bisa menerimanya.

5)Namun banyak orang yang takut melihat dirinya apa adanya, lalu memenjarakan kebebasan dirinya dan menghiasi perilakunya dengan kemunafikan.6)Hanya si Pandir yang menyangka dirinya tidak mendapatkan hukuman atas kesalahannya ini. 8)Padahal hidup dalam kepalsuan adalah hukuman Tuhan yang telah memenjarakan jiwanya 9)Makanya kembali kuhujat tuhanmu biar engkau sadar akan kepicikan dirimu.

Sakaropena 5

1)Ada empat kejahatan yang dilakukan manusia pada Tuhan.2)Mengatakan bahwa dirinya bisa memahami keseluruhan tentang Tuhan. 3)Membatasi Tuhan yang hakikat dengan Tuhan yang tersurat. 4)Menyalahgunakan Tuhan sebagai alat politik dan kekuasaan. 5)Dan menyatakan Tuhan bertanggung jawab atas segala hal yang telah terjadi akibat perbuatan manusia sendiri.

6)Oleh karena itu, marilah kita mengingat empat kebenaran yang tertulis sebagai berikut bahwa, 7)Tuhan telah menciptakan manusia di dalam segala keterbatasan, 8)Di dalam keterbatasan manusia seharusnya memiliki sikap rendah hati dan mau berdialog untuk menemukan kebenaran, 9) Manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih tindakan yang akan dilakukan, dan 10) Manusia bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya sendiri.

Sakaropena 6

1)Ada empat kesombongan yang dibenci oleh Tuhan. 2)Hati yang sombong 3)Mata yang sombong 4)Mulut yang sombong, dan 5)telinga yang enggan mendengarkan nasehat.

6) Oleh karena itu , marilah kita mengingat empat kebenaran yang tertulis sebagai berikut, 7)Sebab Tuhan menciptakan manusia dalam keterbatasan sehingga apalah arti sebuah kesombongan, 8)Kesombongan adalah jalan menuju penghinaan terhadap diri sendiri, 9)Manusia menutup diri antara yang satu dengan yang lain, 10)Sehingga manusia harus mulai membuka telinga untuk saling mendengarkan dan lebih sedikit berbicara karena mengandung banyak kesalahan.


Sakaropena 7

1)Ada empat anugerah terbesar Tuhan bagi manusia. 2)Kehendak bebas di dalam diri manusia yang membuat manusia mampu untuk menentukan pilihan di dalam kehidupannya. 3)Daya nalar yang membuatnya mampu untuk menentukan pertimbangan dan motif bagi segala pilihan yang dilakukannya di dalam kesadaran. 4)Emosi yang membuat manusia mampu untuk merasa sehingga manusia mampu untuk berjuang melawan ketakutan dan memahami rasa kebahagiaan yang menjadi tujuan hidupnya, dan 5)kesempatan bagi manusia untuk mampu belajar dan dan memperbaiki kesalahannya.

5)Sebaliknya orang bodoh menolak semua anugerah ini dan menyadarkan kehidupannya hanya kepada Tuhan semata. 6)Dianggapnya penyerahan sepenuhnya adalah kebaikan, padahal ini adalah sebuah penghinaan terhadap kapasitas kemanusiaan, dan. 8)sekaligus menghina Tuhan sebagai pencipta manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan diriNya. 9)Makanya kembali kuhujat tuhanmu biar engkau sadar akan kepicikan dirimu.



Sakaropena 8

1)Ada empat saran untuk memahami kebenaran di dalam kehidupan ini. 2)Bersikap rendah hati dalam berinteraksi dengan sesama, 3)Senang berdialog dalam memahami posisi orang lain, 4)melakukan kebenaran yang didapat, dan 5)jujur terhadap penilaian diri pada kebenaran yang dilakukan dalam kapasitas kehendak bebas manusia untuk menentukan yang terbaik bagi dirinya, sehingga ia berhak untuk menerima atau menolak sebuah keyakinan.

6)Maka kebenaran akan muncul seperti rembang di pagi hari, 7)Menjadi sebuah pencerahan bagi kehidupan manusia yang telah memperbudak nurani, 8)Mendorong keberanian untuk membuat pilihannya sendiri 9)Mengerti kehendak Tuhan dari yang terburuk hingga yang terbaik 10)Mencapai kebahagiaan sebagai hasil pencarian di dalam kehidupan dan bukan hanya anugerah murah belaka.


Sakaropena 9

1)Ritual keagamaan hanya akan menjauhkan manusia dari rasa ketuhanan yang sesungguhnya. 2)Tuhan menjadi ritme yang takikan keindahannya lenyap digantikan gaung yang panjang dan membosankan. 3)Tuhan terpenjarakan dalam ritus dan dogma yang melarangnya melakukan apa yang diinginkan dalam Kemahabisaannya. 4)Pertanyaanku, siapakah yang berani melarang Tuhan untuk melakukan apa yang dimauinya? 5)Siapa manusia berani menghakimi niat dan tindakan penciptanya?

6)Oleh karena itu, jangan mendekat pada ritual keagamaan seperti yang dibiasakan kebanyakan orang. 7)Sebab ritual menjauhkan manusia dari pengenalan akan Tuhan dan hanya menjadi tradisi keagamaan yang mengatur kehidupan manusia. 8)Bebaskan dirimu untuk melakukan apa saja, sebab di dalam baik atau burukmu engkau akan melihat keseluruhan tentang Tuhan. 9) Dari kegelapan engkau akan melihat terang Tuhan dan dari terang engkau akan melihat kegelapan diriNya.


Sakaropena 10

1)Siapakah Tuhan? 2)Ia adalah air kehidupan yang mengalir di dalam jiwa manusia yang kering dan dahaga. 3)Ia tidak sombong sehingga hanya mengalir di hati orang baik saja namun juga di hati para pendosa. 4)Ia rendah hati sehingga tidak gila hormat dan pujian manusia yang menyanjung-nyanjungnya. 5)Ia murah hati sehingga tidak pilih memberi pertolongan dan keselamatan.

6)Tuhan adalah inspirasi semangat kebaikan. 7)Semangat yang membimbing manusia menemukan kebahagiaan. 8)Kebahagiaan yang mempertemukan manusia pada hakikat sorga. 9)Tuhan adalah Allah bagi semua; baik yang miskin atau yang kaya, yang benar atau yang salah, yang baik atau yang jahat, yang kuat atau yang lemah, dan yang tinggi atau yang rendah.


Sakaropena 11

1)Bertuhan tidak harus beragama dan yang beragama belum tentu bertuhan. 2)Beragama berarti memiliki keyakinan terhadap suatu sistem ketuhanan namun yang sesungguhnya bisa jadi bukan Tuhan. 3)Bertuhan memiliki kesadaran tentang Tuhan yang mendorong manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keberhargaan dirinya meski tidak beragama. 4)Jika ada suatu agama yang mendorong ke arah yang salah maka sistem agama itu tidak bertuhan. 5)Itu adalah agama yang membimbing manusia untuk tidak menjadi dirinya sendiri, sebab dengan mengingkari diri, berarti menjauh dari kebahagiaan.

5)Sebaliknya Tuhan adalah sosok yang mendorong proses belajar manusia untuk memahami siapa dirinya. 6)Mengenali siapa diri kita di hadapan Tuhan jauh lebih penting dibandingkan menyesuaikan diri dengan harapan manusia dan selalu merasa kurang sempurna. 8)Jika Allah adalah Tuhan manusia maka kita tidak perlu menjadi ‘baik’ untuk bisa mengenalnya. 9)Hanya jadilah diri sendiri sebab Tuhan mencintai manusia apa adanya.


Sakaropena 12

1)Tuhan nirwujud. 2)Sehingga mewujudkan Tuhan ke dalam suatu bentuk adalah usaha manusia yang paling hakiki untuk mendekatkan Tuhan kepada dirinya. 3)Manusia memahami simbol dan Tuhan memahami niat hati manusia. 4)Jika Tuhan berkenan maka apapun wujud suatu benda bisa menjadi simbol Tuhan bagi manusia, 5)supaya dengan ini manusia bisa mengenal Tuhan dari apa yang lebih mudah dipahami oleh manusia.

6)Wujudkanlah Tuhan maka kebenaran akan muncul seperti rembang di pagi hari, 7)dan menjadi sebuah pencerahan bagi kehidupan manusia yang telah memperbudak nurani, 8)Mendorong keberanian untuk membuat pilihannya sendiri 9)Mengerti kehendak Tuhan dari yang terburuk hingga yang terbaik 10)Mencapai kebahagiaan sebagai hasil pencarian di dalam kehidupan dan bukan hanya anugerah murah belaka.

(amos adi/tulisan ini ditulis dalam suatu rentang dan akhir/1998-2004)