seni hidup

seni hidup (the art of living)

Kitab Pertama: Para Penjinak Naga

Kitab Pertama: Para Penjinak Naga
(The first Chapter: The Dragon Slayers)


1

Kita hidup di sebuah dunia, di bawah kekuatan Naga-Naga yang siap membunuh dan membinasakan kehidupan umat manusia. Naga-Naga itu adalah gambaran kekuatan jahat sejatinya iblis yang ada dan tinggal di dunia ini.

Kekuatan jahat yang terwujud dalam perbuatan-perbuatan yang menciderakan manusia, berawal dari kebencian yang menggelora. Keinginannya hanyalah satu membunuh dan membinasakan siapa saja yang menjadi obyek atau tujuan dari kebencian. Hal itu sungguh menjadi akar kejahatan atau gambaran Naga-Naga yang siap membunuh dan membinasakan kehidupan umat manusia.

Itulah sebabnya kita dipanggil.

Sekumpulan manusia untuk menjadi ksatria pembunuh Naga. Kita dilengkapi dengan ajaran cinta kasih untuk melenyapkan segala kejahatan yang berakar pada kebencian di hati umat manusia.

2

Tulisan ini bukanlah agama dan tidak seharusnya menjadi agama sebab sudah ada banyak agama di dunia ini. Kitab ini adalah sebuah panduan bagi umat beragama untuk lebih mawas terhadap musuh manusia sesungguhnya, yakni kebencian di dalam dirinya.

Kebencian bisa terjadi dalam kehidupan umat beragama sebab adanya usaha saling menjelekkan antara kelompok yang satu dengan kelompok lain yang berbeda. Jika ada sebuah diskursus antar umat beragama, seharusnya adalah sebuah diskursus telaah dan pencarian kebenaran, bukan fitnah atau pembenaran terhadap diri sendiri.

Benarkah pembenaran yang adalah buah pemikiran manusia lebih penting dari pada kebenaran yang berasal dari Tuhan? Saya meragukan pembenaran dan lebih mendorong manusia untuk mencari dan menemukan kebenaran yang sesungguhnya.
Sehingga dengan semangat cinta kasih, sekali lagi saya mendorong umat beragama untuk melakukan sebuah dialog yang lebih baik untuk mencapai kebenaran yang akan membuahkan rahmat Allah dan keselamatan, Tuhan semesta alam yang sesungguhnya adalah pemilik tunggal terhadap kebenaran itu sendiri. Dan Allah yang Maha Rahmat dan Maha Kasih akan memberikan kepada siapapun yang dikehendakinya untuk menerima kebenaran yang diberikan, yakni kepada mereka yang dengan tulus hati mencari kebenaran.


3

Ada manusia-manusia yang memang secara sengaja mempermainkan agama untuk memupuk kebencian antar umat beragama atau umat manusia. Dengan kepandaian yang tiada tara mereka mencoba menutupi kebenaran demi pembenaran suatu agama.

Mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang menjadi kaki tangan sang Naga, sadar atau tiada sadar mereka telah membengkokkan jalan menuju surga menjadi jalan ke neraka.

Perhatikanlah ciri manusia yang menjadi kaki tangan sang Naga dan menjauhkan dirinya dari kebenaran yang sesungguhnya:

1) Mereka merasa bahwa mereka adalah pemilik kebenaran satu-satunya di dunia ini,
2) mereka menutup jalur dialog khususnya dalam sebuah usaha untuk menemukan hakikat kebenaran,
3) Mereka mngubah kebenaran untuk kebaikan manusia, hanya demi kebenaran untuk mencapai kekuasaan,
4) Mereka mengorbankan kehidupan manusia demi suatu pembenaran,
5) Mereka menghilangkan cinta kasih dan menggantikan dengan keinginan untuk menguasai, meskipun dikatakan demi cinta kasih, namun sesungguhnya adalah buah pembenaran dan bukan kebenaran.

Sungguh Allahlah yang sesungguhnya adalah satu-satunya pemilik kebenaran tahu apa yang mereka perbuat. Para pengikut Naga ini akan mendapatkan pembalasan di hari akhir. Dan kita para pencari kebenaran yang telah melihat kebenaran yang sesungguhnya, dan mendapatkan rahmat Allah memiliki tugas untuk meluruskan jalan mereka.

Jalan yang sesungguhnya akan membuat mereka sadar apa yang mereka telah lakukan. Dan jika dalam usaha kita memberitahukan jalan yang lurus kepada mereka tiada juga membuahkan hasil, maka Allah sendiri yang akan membuat perhitungan dengan mereka akan apa yang sudah dilakukan di atas bumi ini.

4

Sungguh beratlah kesalahan orang yang kesenangannya adalah membawa kerusakan bagi bumi. Mereka para pengikut Naga ini telah nyata menebar kebencian di hati manusia. Dan apakah anda tahu apakah yang terjadi ketika kebencian itu tersebar luas di atas dunia ini?

Kejahatan merajalela di mana-mana. Kehidupan manusia tiada lagi berharga di mata kebencian yang menguasai hati manusia. Manusia saling membenci, mengalahkan, membunuh dan membinasakan. Bahkan kejahatan yang terjadi di luar nalar kemanusiaan akan lahir juga dari kebencian.

Nafsu manusia menjadi semakin sesat karena kebencian. Mereka membenci dirinya sendiri, sesamanya manusia, lingkungannya, dan bahkan Tuhan dan terhadap kebenaran, lalu mengikuti hawa nafsunya sendiri yang membawa kerusakan yang sangat dahsyat di dunia ini di dalam pembenaran dirinya sendiri.

Mereka adalah manusia-manusia yang lupa kepada dirinya sendiri, para pengikut Naga yang keinginannya hanya satu yakni menang dan menghancurkan yang lain. Mereka adalah buah kejahatan yang sesungguhnya, dari jaman ke jaman akan selalu ada, menunjukkan fenomena keberadaan atau kekuatan sang Naga di atas dunia ini.

Itulah sebabnya kita sekawanan yang dipanggil untuk menunjukkan jalan kebenaran melalui pedoman dan ajaran cinta kasih, membunuh kekuatan sang Naga yang bersumber pada kebencian, dan mendatangkan keselamatan dan pertobatan bagi mereka.


5

Dunia ini adalah sebuah tempat yang sangat penting di mana kemanusiaan manusia diuji secara nyata. Di dunia ini kita hidup bersama sang Naga, dan mendapatkan ujian mampukah kita melawan kekuatan sang Naga, pertama-tama di dalam diri kita, kemudian yang ada di sekeliling kita.

Jadi berbahagialah setiap benih yang terlahir di dunia ini, sebab dengan demikian engkau memiliki kesempatan untuk mengalahkan sang Naga. Akan tetapi lebih berbahagialah kamu yang bertahan hingga pada kesudahannya, di mana kamu tiada pernah menyerah untuk menghadapi kekuatan sang Naga, sebab besarlah upahmu di bumi dan di surga.

Sebab setiap kebaikan yang engkau ikat dibumi akan terikat pula disurga. Setiap skor yang dirimu hasilkan pada saat mengalahkan sang Naga akan diperhitungkan oleh Allah baik di dunia yang engkau diami saat ini atau di dunia akhirat yang akan datang. Engkau akan menjadi makhluk yang dimuliakan karena keteguhanmu.


6

Apakah senjata utama sang Naga? Senjata utama sang Naga adalah dusta terhadap kebenaran. Mereka menyangka telah membela ayat-ayat Allah, namun sesungguhnya telah menebarkan dusta demi kesombongan, ?Inilah aku yang paling benar di antara semua kebenaran yang ada? dengan menyisipkan keinginan hati mereka sendiri di antara kebenaran.

Sungguh dusta ini adalah perbuatan yang sangat dekat dengan sang Naga, sebab hakikat sang Naga sendiri adalah dusta atau dia adalah pendusta dan raja segala dusta. Jadi siapapun yang dengan sengaja atau tidak sengaja, dengan niatan jahat atau tulus sekalipun, yang berusaha menebarkan dusta tidak demi suatu kebenaran melainkan sebuah pembenaran, maka dia ada dalam golongan orang-orang yang perlu dipetobatkan.

Mereka adalah kaki tangan sang Naga, yang mana jika usaha kita tiadapun berhasil memperlihatkan kebenaran kepada mereka, maka dengan segala dusta di dalam mulut mereka akan berhadapan langsung dengan Allah di hari pembalasan, di mana mereka tiada akan mampu untuk menyembunyikan dusta yang tiada seorangpun tahu, sebab
Allah mengetahui apa yang tersembunyi dan tersimpan di hati mereka.

Meskipun mereka menyatakan bahwa dirinya telah berseru-seru atas nama Tuhan dan berkata, ?Bukankah aku sudah membela jalan-jalanMu, bukankah aku sudah berperang di jalanMu, bukankah aku sudah menyatakan kebenaranMu, bukankah aku sudah melakukan kehendakMu?? Maka pada saat itu Allah yang mengetahui isi hati mereka akan mengatakan: ?Bisalah engkau menipu siapapun, namun apakah engkau sanggup menipu Aku yang mampu membaca isi hatimu hai manusia degil??

Dan jika ada satu saksi dari para pembunuh Naga muncul memberikan kesaksian betapa degilnya hati mereka di dunia ini, maka sungguh beratlah hukuman yang akan mereka terima. Mereka akan dimusnahkan bersama dengan sang Naga, atau mereka dapat memilih hidup d sebuah lembah yang sangat jahat, sebab di sanalah semua manusia yng hatinya penuh kebencian yang paling kelam akan dikumpulkan.

7

Namun meskipun demikian Allah adalah Maha Penerima Tobatan. Ia tak akan segan-segan menganugerahkan keselamatan bagi mereka yang memohon ampunan dari jalan-jalan mereka yang sesat dan kembali kepada jalan cinta kasih.
Sebab hanya cinta kasihlah adalah satu-satunya jalan yang dapat mendatangkan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Jalan cinta kasih adalah sebuah jalan yang mendorong manusia untuk saling terbuka dan mendialogkan pencarian akan kebenaran yang sebagai hasil akhirnya akan membebaskan mereka dari kebencian.

Kemudian dengan ajaran cinta kasih inilah para pembunuh Naga ini akan membangun sebuah peradaban, sebuah peradaban manusia yang jauh lebih baik. Peradaban yang menjamin manusia untuk hidup lebih dekat dengan kebenaran dan menjauhkan mereka dari kebencian, sebab kebencian tiada akan pernah menjadi hal yang baik bagi kehidupan manusia.

Sebab kebencian adalah kejahatan yang membuat kehidupan manusia menjadi hancur, sehingga kebencian tiadalah akan pernah mendapatkan tempatnya di antara para pembunuh Naga, selain pada kebencian untuk meniadakan kebencian itu sendiri. Hanya di dalam kebencian kepada kebencian itu sendirilah kebencian atau lebih tepat jika dikatakan kecintaan pada kebenaran menurut ajaran cinta kasih di antara para pembunuh Naga.

Namun meskipun para pembunuh Naga benci terhadap kebencian, mereka tiada pernah bermaksud untuk membunuh dan membinasakan para pengikut sang Naga. Musuh para pembunuh Naga bukan manusianya melainkan kebencian yang ada di dalam diri mereka, sehingga tanggung jawab perbuatan para pembunuh Naga adalah menunjukkan ajaran cinta kasih kepada para pengikut sang Naga.

Melalui tindakan ini diharapkan pengikut sang Naga akan mengalami pertobatan atau pembaharuan perspektif sehingga mereka akan membuang segala kebencian di hati mereka dan menggantikannya dengan ajaran cinta kasih yang sesungguhnya adalah satu-satunya jalan terbaik untuk membangun sebuah peradaban manusia dan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.
8

Jika engkau bertanya sekali lagi, siapa mereka para pembunuh sang Naga?

Maka aku akan menjawab kepadamu:

?Mereka yang mampu melandaskan kehidupanya sesuai dengan ajaran cinta kasih; Mereka yang percaya bahwa cinta kasih adalah satu-satunya jalan menuju kemenangan di dalam kehidupan manusia mencapai kebahagiaan; Mereka yang tiada menduakan hatinya untuk kebencian dan cinta kasih; Mereka yang telah mencapai kebijaksanaan untuk menyampaikan kebenaran dan tiada lagi membuat pembenaran yang menimbulkan kebencian; Mereka yang dengan tekun melawani kebencian dan menebarkan pengampunan menuju jalan cinta kasih.

Sebab bagaimana engkau tiada mengampuni siapapun yang bersalah kepadamu jika Allah sendiri adalah Maha Pemberi Ampunan dan Dia sudah mengampuni dosa-dosa dan kesalahanmu terlebih dahulu?

Sungguh merekalah yang disebut para pembunuh Naga.

9

Aku memperingatkan kepadamu,

Ketahuilah bahw Sang Naga tiada akan pernah berhenti mengajakmu menuju jalan kebencian. Sebab memang lebih mudah untuk membenci dan melakukan kejahatan dari pada mengikuti ajaran cinta kasih. Lebih mudah bagi sebuah seseorang untuk mengatakan saya yang paling benar sebagai bentuk pembenaran dari pada mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya melalui sebuah dialog.

Mereka akan berkata, bukankah kami sedang membela Allah dan kebenaranNya? Padahal Allah Maha Mengetahui apa yang ada di hati mereka.

Meskipun kamu telah memperlihatkan kebenaran kepada mereka, mereka akan tetap mencoba untuk menentangnya dan menganggap apapun di luar dirinya adalah kesesatan, walau apa yang mereka perjuangan itu pada akhirnya menimbulkan kebencian yang merusakkan bumi. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah membenci mereka yang merusak bumi yang adalah milik dari ciptaanNya?

Sebab mereka yang membawa kerusakan pada bumi dengan kebencian adalah mereka yang paling menyimpang dari jalan kebenaran dan menghancurkan kehidupan manusia.

Namun meskipun mereka bersikukuh untuk menjadi bagian dari sang Naga, aku hendak mengatakan kepadamu wahai para pembunuh Naga: ?Janganlah engkau berhenti untuk memburu dan membunuh sang Naga, yakni kebencian dan pengetahuan yang salah di dalam diri mereka. Sebab memang inilah hakikat keberadaanmu sebagai pembunuh sang Naga di dunia ini.?

Marilah kita bangkitkan semangat kita dan tiada henti untuk menebarkan ajaran cinta kasih, membangun dialog menemukan kebenaran, menjelaskan kesalahan yang mereka lakukan atas dasar kebencian, dalam kesetiaan hingga akhir kehidupan kita di dunia ini.

Dan jika apapun yang kita lakukan tiada menghasilkan sesuatu bagi seorang pengikut Naga, maka masih ada hari Pembalasan di mana mereka tiada akan dapat mengelak dari penghakiman Allah sang Hakim yang Maha Adil, di mana semua kehidupan mereka yang tersembunyi akan dibuka dengan sebenar-benarnya, dan di hadapan saksi para pembunuh Naga yang memberikan kesaksian, mereka tiada akan dapat mengelak dari hukumannya.

Sehingga aku berkata kepadamu, janganlah pernah menyerah pada kejahatan akan tetapi kalahkan kebencian dengan cinta kasih.

10

Hiduplah dalam sikap saling hormat menghormati di antara para pembunuh Naga.
Apapun permasalahan yang ada di dalamnya, bersikaplah terbuka dan saling mengutamakan satu dengan yang lain dalam menyelesaikan permasalahan. Jangan beri kesempatan pada kebencian meracuni pikiranmu, sehingga kehidupanmu kemudian menjadi resah, gelisah tiada berbahagia.

Sungguh, kebencian itu akan mencuri damai sejahtera yang ada di daalam hatimu. Bagaikan orang yang menyimpan bara api dalam gelembung bajunya, suatu saat bara itu akan berubah menjadi api yang menyala-nyala dan akan membakar dirinya hingga hangus dan musnah. Sehingga ampunilah kesalahan orang lain, seperti Allah sudah mengampuni dirimu.

Jika engkau ingin marah atas sebuah kebodohan atau kegagalan seseorang, marahlah! Namun jangan menyimpan kemarahan itu menjadi dendam. Cukuplah kemarahan hari ini, menjadi kemarahan hari ini. Jangan menyimpan kemarahanmu hingga matahari terbit kembali. Sebab jika ini kau lakukan engkau akan dikuasai kebencian dan kebencian yang berlarut-larut akan menghancurkan kehidupanmu perlahan namun pasti.

Engkau yang lebih matang dalam berpikir, ajarkanlah mereka yang masih muda untuk mengatur kemarahan tiada berbuah dosa, sebab mereka yang masih muda memang gampang meledak amarahnya, supaya mereka tidak membiasakan diri menyimpan kemarahan di dalam hatinya, dan menyelesaikannya dengan segera lewat pengampunan.

Namun jika seseorang tiada mampu mengampuni juga, sebab berat kesalahan yang dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya, biarlah Allah sendiri yang akan menolong dirinya. Semoga kebenaran Allah akan menyembuhkan dirinya, dan kembali pada ajaran yang paling manusiawi bagi kebaikan umat manusia yakni ajaran cinta kasih.


11
Epilog:

Sesungguhnya di manakah engkau akan menemukan ajaran cinta kasih?

Aku berkata dengan setulus hati: ?Cintailah agamamu. Galilah ilmu agamamu. Pelajarilah dengan sungguh-sungguh. Beragamalah dengan tulus dan ikhlas dari dasar hatimu.? Maka semua agama atau apa agamamu saat ini, akan menuntunmu menemukan ajaran cinta kasih.

Dari situlah engkau seharusnya memulai perjalananmu menjadi seorang pembunuh Naga.
Amin.

 

(Amos, Medan, 21 April 2009)